SHARE IT, ( ANDALAZE ISLAND ) - mY gU'e m'E

Aku Kamu Dia Dan Mereka Adalah Saudara ( By adhan Xu Doyoshi )

Thank You Seven

Si Tejo baru belajar bahasa inggris. Kosa kata yang dia mengerti baru sebatas: Ok, Never Mind, Thank you, One, Two, Three, Four Five, Six, Seven dan Bye-Bye.

Pada suatu hari, dalam perjalanan pulang dari tempat kursusnya, tiba-tiba dia bersenggolan dengan seorang Bule.

Buku yang dibawa Tejo-pun terjatuh, Bule itu lalu membantu Tejo ngambil buku-buku yang berhamburan.

“Hmm… ini peluang untuk nguji kehebatan bahasa inggris-ku” kata Tejo dalam hati.

Bule: Oh, I’m Sorry.

Tejo: It’s Ok, Never Mind. Thank you.

Bule: Thank you Too.

Tejo: (hmm… habis Two, pasti Three) Thank You Three.

Bule: (heran) What For?

Tejo: (Four… Four hmm Five) Thank you Five.

Bule: (Tambah Heran) Are you Sick?

Tejo: (Waduh, habis Sick… Seven… setelah itu, aku sudah tidak tau dah… mesti cepet cabut nich)

Tejo pun cepet-cepet mengemasi bukunya dan beranjak pergi…

Setelah agak jauh, Lalu Tejo berteriak… “Thank you Seveeen! Bye-Bye…”

Bule: (bingung)

Orang Buta dan Anjingnya,.^_~,

Seorang buta sedang berjalan dengan seekor anjing sebagai penunjuk jalan. Pada sebuah persimpangan yang ramai si anjing yang nggak peduli dengan deru lalu lintas yang ramai, dia terus saja membawa si orang buta menyeberang di tengah keramaian lalu lintas.

Bunyi derit ban mobil yang direm mendadak dan klakson pun langsung terdengar hingar-bingar, pengendara-pengendara yang panik mencoba meneriaki supaya mereka minggir.

Akhirnya si orang buta dan anjingnya sampai pada trotoar. Kemudian si orang buta mengambil kue dari kantongnya dan memberikan kepada anjingnya. Seorang yang kebetulan melihat kejadian itu bilang, “Kenapa kamu masih berikan roti kepada anjingmu padahal baru saja dia hampir membuat kamu mati!”

Si orang buta bilang, “Saya hanya pengen tahu sebelah mana kepala si anjing kampung ini, biar bisa kupentung kepalanya.”

Flu Babi dan Cara Mencegah Penularannya

Di tahun 2009 ini kita dikejutkan lagi dengan virus terbaru yang dapat menimbulkan penyakit Flu Babi.

Virus flu babi adalah grup dari virus influenza yang dapat menyebabkan flu pada babi, di mana virus yang menyebabkan wabah flu pada manusia ini berasal dari strain virus Influenza A type H1N1. Secara genetik virus ini juga ditemukan sebagai bagian dari flu manusia, atau juga flu burung.

Nah, untuk upaya pencegahan penularan flu babi ini kita dapat melakukan beberapa langkah sederhana, yakni:

1. Jangan berjabatan tangan dengan babi yang sedang flu (selain akan tertular flu oleh babi, anda juga akan dianggap orang gila).

2. Jangan berciuman dengan babi yang sedang flu (apalagi yang ini, anda gak mau kan dilihat orang sedang berciuman dengan babi?).

3. Cucilah tangan setelah anda bergulat dengan babi di kandang babi.

3. Jangan suka mengucapkan kata babi kepada orang lain (contoh: babi, lu!)

4. Jangan tidur di sebelah babi.

5. Jangan menerima babi sebagai teman Anda di facebook karena dia dapat meng-harvest teman-teman Anda di facebook.

6. Jika Anda memang memelihara babi, sediakan selalu sapu tangan/tissue untuk babi-babi Anda untuk menutup hidung dan mulutnya bila bersin.

7. Hindarilah berenang di kolam renang babi, setidaknya untuk saat ini.

8. Jangan mem-forward email ini ke babi-babi, dikhawatirkan mereka jadi tau sehingga mencari cara penularan lain.

9. Hindari memakai segala aksesoris babi (kaos gambar babi, anting-anting babi, kalung babi, ikat pinggang sabuk babi, gantungan kunci babi, boneka babi dll), babi-babi yang sedang flu itu mungkin akan mengira Anda adalah simpatisan babi, sehingga kemungkinan mereka akan menyerbu Anda untuk meminta perlindungan karena saat ini banyak yang memburu mereka untuk membunuhnya.

10. Salah satu yang juga penting adalah agar para babi ngepet untuk segera menyadarkan diri dan kembali ke jalan yang benar sebelum tercipta varian baru virus tersebut; flu babi ngepet.

Cina vs Arab

Konon ada sepasang sahabat cina dan arab lagi kebingungan karena usaha mereka bangkrut. Setelah memutar keras otak mereka, mereka sepakat membuka pelayanan kesehatan. Maka si cina jadi sinshe, dan si arab menjadi tabib.

Setelah satu minggu praktek, si tabib tetap sepi pasien, namun si sinshe mulai kebanjiran pasien. Si tabib putar otak untuk melawan si sinshe.

Maka si tabib mengeluarkan jurus dengan memasang pengumuman di depan ruang prakteknya: “Jika Tidak Sembuh Uang Kembali Tiga Kali Lipat”

Taktik itu manjur, pasien lalu berdatangan ke si tabib. Giliran si sinshe sewot lalu mencari akal. “Haiyaaa, lumayan kalo owe purak-purak sakit dan tidak sembuh dapat uang lha…” (baca dengan logat cina ya). Lalu ia mendatangi si tabib.

Si Sinshe: “Haiyaaa, tolong owe. Owe punya sakit mati rasa. Owe tidak bisa lagi rasain rasa setiap makanan yang owe telan, haiyaa…”

Si Tabib: “Ana fikir itu gamfang ana sembuhkan.”

Lalu si tabib memanggil asistennya.

Si Tabib: “Hasaaannnn, cefat ente bawa kesini obat nomor 14.”

Secepat mungkin si asisten yang bernama Hasan membawa obat nomor 14 dan oleh si tabib diberikan kepada si sinshe. Dan si sinshe langsung menguyah sebelum menelan obat nomor 14 tersebut.

Si Sinshe: “Haiyaaa, ini bukan obat lhaaa, tapi ini tai ayam.”

Si Tabib: “Ente betul. Itu tai ayam. Berarti ente sudah sembuh dan tidak mati rasa lagi.”

Si sinshe pulang dengan kesal karena kalah akal. Lalu ia kembali memutar otak berpikir mencari akal untuk mengalahkan si tabib dan sekaligus dapat uang si tabib. Maka kali ini si sinse kembali pura-pura sakit lupa yang sangat kronis.

Si Sinshe: “Haiyaaaa tabib, owe sakit lupa parah sekali. Owe lupa semua peristiwa dan memori owe. Haiyaaa, tolong owe.”

Si Tabib: “Gamfang. Ana fasti tolong ente dan ente fasti sembuh. Obat ana mujarab sekali.”

Lalu seperti biasa si sinse memanggil si Hasan sang asisten.

Si Tabib: “Hasaaaaan, cefat ente bawa kemari obat nomor 14.”

Si Sinshe: “Haiyaaaa, owe tidak mau lagi makan tai ayaaaam. Haiyaaaaa… Owe tidak mau…”

Si Tabib: “Alhamdulillah, berarti ente sudah sembuh. Daya ingat ente ternyata sudah kembali.”

Tinggal si sinshe pulang sambil menggerutu.

Akibat Belajas Sejarah

Hasan dan Yanto adalah 2 sahabat sedari kecil, hingga keduanya telah menikah pun mereka tetap melanjutkan persahabatan dan bahkan tinggal bertetangga.

Hasan setiap malam mengikuti acara bahas sejarah internasional. Sedang Yanto hanya nongkrong di warung kopi depan rumah Hasan. Ketika pulang dari acara bahas sejarah, Hasan selalu dengan bangga menerangkan wawasan baru yang didapatnya kepada Yanto.

“To, kamu tahu nggak siapa itu Napoleon?”, tanya Hasan.

“Enggak.”, jawab Yanto singkat.

“Wah sayang sekali, kamu nggak pernah ngikuti acara bahas sejarah hingga kamu nggak tahu siapa itu Napoleon!”, kata Hasan yang kemudian menjelaskannya dengan bangga.

Esoknya Hasan kembali bertanya pada Yanto, “Kamu tahu nggak siapa itu Jenghis Khan?”.

Dan Yanto kembali menjawab ?Enggak? dengan nada kesal, karena dia memang tidak suka sejarah.

Esoknya ketika Yanto melihat Hasan pulang dari acara bahas sejarah, dan sebelum Hasan memberi pertanyaan baru lagi, Yanto langsung memberi pertanyaan lebih dahulu, “San, kamu tahu nggak siapa itu Tohir?”.

Hasan mengkerut, karna sepengetahuannya enggak ada seorang yang bernama besar seperti itu.

“Siapa Tohir itu To, aku nggak pernah dengar namanya dalam sejarah..!?”, ucap Hasan balik bertanya pada Yanto.

“Wah, sayang sekali! Karena kamu setiap malam pergi ke acara bahas sejarah internasional hingga membuat kamu nggak tahu siapa itu Tohir.. Tohir itu lelaki kampung sebelah yang setiap malam datang selingkuh dengan istrimu sewaktu kamu sedang belajar sejarah!!!”, jelas Yanto ketus.

Tes Lowongan CPNS

Suatu hari, si A, B dan C datang ke kantor untuk mengikuti tes CPNS. Hari itu materinya wawancara lisan. Satu persatu mereka dipanggil pewawancara.

Si A memasuki ruangan.
Pewawancara: “Berapa 100 ditambah 100?”
A: “250, Pak”
Pewawancara: “Maaf, Anda tidak diterima. Alasannya, Anda bermental korupsi”
Si A keluar ruangan.

Si B memasuki ruangan
Pewawancara: “Berapa 100 ditambah 100?”
B: “150, Pak”
Pewawancara: “Maaf, Anda tidak diterima. Alasannya, Anda merugikan negara.”
Si B keluar ruangan.

Si C memasuki ruangan
Pewawancara: “Berapa 100 ditambah 100?”
Si C: “Terserah Bapak. Saya siap melaksanakan”
Pewawancara: “OK! Anda diterima sebagai PNS! Alasannya, Anda penuh pengertian.”