SHARE IT, ( ANDALAZE ISLAND ) - mY gU'e m'E

Aku Kamu Dia Dan Mereka Adalah Saudara ( By adhan Xu Doyoshi )

RAHASIA SHALAT KHUSYU’ DAN DITERIMA OLEH ALLAH

“ORANG YANG SHALAT MASIH BISA MENDENGAR ,MELIHAT, BERKATA-KATA, MERASA. BELUMLAH KHUSYU’ SHALATNYA “

Jadi orang yang benar-benar khusyu’ dalam shalatnya itu adalah : “ Tidak lagi mendengar, melihat, berkata-kata, merasa, dan lain sebagainya, dia tenggelam kepada Zat Allah. Inilah shalat yang khusyu’ dan diterima oleh Allah swt “.

Kalau tidak demikian jangan harap shalatnya bisa diterima oleh Allah.

Zaman sekarang serba materi , sehingga sampai pelajaran shalat memerlukan biaya yang cukup mahal dan dilakukan ditempat yang serba mewah dihotel digedung dan ditempat mewah lainnya.Kenapa mengajarkan ilmu agama seperti shalat meski harus dipungut bayaran ! wahai saudaraku muslimin dan muslimat sampaikan ajaran islam dengan penuh keikhlasan karena kita bersaudara.Mari kita sama-sama mendalami mempelajari bagaimana caranya agar shalat bisa khusyu’ dan diterima oleh Allah swt.

Agar shalat khusyu’ dan diterima oleh Allah swt tentunya harus melaksanakan segala syarat dan rukunnya, dan gerakannya menuruti sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Sabda Nabi saw : “ SHALLU KAMA RA AITUMU-NI USHALLI “ Artianya : Shalatlah kamu sebagaimana kamu lihat aku shalat “

Lakukanlah cara shalat sebagaimana yang kita yakini berdasarkan hadits Rasulullah saw atau dengan mengikuti pendapat dari mazhab fekih yang telah ada, karena mereka adalah Imam Mazhab yang telah diakui oleh dunia islam . Kemudian pahami arti dari apa yang dibaca dalam shalat.

Syarat dan rukun ( Qauliyyah maupun fi’liyyah ) serta semua gerakan dalam perbuatan shalat disebut perbuatan ZAHIR SHALAT hal ini sudah diketahui secara umum, dan bagaimanakah Bathinnya shalat itu ?

Rasulullah saw bersabda : ‘ U’BUDULLA-HA KA AN NAKA TARA-HU FA IN LAM TAKUN TARA-HU FA INNAHU YARA-KA. Artinya "Sembahlah Allah seakan –akan kamu melihat-Nya, dan apabila kamu tidak bisa melihat-Nya, maka yakinkanlah bahwa Allah melihat kamu". Dan inilah yang disebut dengan IHSAN Demikianlah apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw . Dan ini adalah merupakan perbuatan BATHIN SHALAT.

Dalam kalimat seakan-akan kamu melihat-Nya adalah mempunyai arti MUSYAHADAH, sedangkan dalam kalimat Allah melihat kamu disini mengandung pelajaran tentang MURAQABAH

Ibadah Shalat yang dilakukan dengan Musyahadah jauh lebih tinggi nilainya dibandingi Muraqabah. Makanya Nabi mengatakan kalau tidak bisa dalam shalat seakan-akan melihat Allah , maka yakinkanlah bahwa Allah melihat kamu . Yakni dari awal shalat hingga akhirnya cukup merasakan bahwa segala gerak gerik kita dilihat Oleh Allah ( inilah yang disebut Muraqabah ) dan cukup mudah untuk dilakukan.

Bagaimanakah caranya dalam ibadah shalat yang seakan-akan melihat Allah ? Perhatikanlah ketika kita Niat dan Takbir. Pandanglah dengan mata hati ketika kita mengangkat tangan, pada lahirnya adalah perbuatan kita tetapi pandanglah terus kedalam ( bathin ) ternyata adalah perbuatan Allah, karena kita tidak kuasa untuk mengangkat tangan kecuali dengan qudratnya Allah : “ LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH “ Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan Allah.

Apabila bathin menghayati seperti ini kepada setiap gerak zahir yang kita perbuat maka ini dinamakan seakan-akan melihat Allah ( yakni Af’al Allah ). Begitu juga ketika Niat, maka pandanglah dengan mata hati bahwa niat itu adalah merupakan kehendak Allah ( Iradat Allah ) karena tidak akan bisa bergerak sesuatu apa juapun kecuali dengan iradatnya Allah :” LA TATAHARRAKA ZARRATUN ILLA BI IZNILLAH “ Artinya tidak akan bergerak sebesar zarrah pun kecuali dengan izin Allah . Selanjutnya ketika mengucapkan Takbir “ Alla-hu Akbar “ Pandanglah dengan mata hati, pada zahirnya adalah perkataan kita, tetapi pandanglah terus ke dalam (bathin) ternyata adalah perkataan Allah. Maka lakukanlah seperti ini dengan pandangan mata hati setiap gerak pebuatan maupun perkataan dari awal sampai akhir. Dan suara apapun yang muncul dalam pendengaran, kembalikan bahwa hanya Allah yang mendengar sedangkan kita tuli, atau apa yang terlihat pada mata, kembalikan bahwa hanya Allah yang melihat sedangkan kita buta, atau timbulnya ucapan yang kita baca dalam shalat, kembalikan bahwa hanya Allah yang berkata-kata, sedangkan kita bisu, atau merasa sesuatu apakah itu panas dingin dan lain sebagainya kembalikan hanya Allah yang punya rasa . Maka seperti inilah shalat yang khusyu’ dan diterima oleh Allah swt, karena hapus ( hilang ) perbuatan hamba kepada perbuatan Allah ( Fana kepada Allah ) Dengan demikian berarti ketika Shalat kita tidak mendengar,melihat,berkata-kata,merasa dan lain sebagainya.sehingga tidak ada sedikitpun syirik dalam peribadatan yang dilakukan. Sesungguhnya Allah tidak akan menerima peribadatan seseorang hamba yang didalam peribadatan itu terdapat syirik.

Firman Allah : Artinya : … dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". ( QS.Al-Kahfi : 110 )

1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, (QS.Al-Mu’minun : 1-2).

Kesimpulan : Jadi dalam ibadah shalat yang kita kerjakan dari awal sampai akhir,pandanglah dengan mata hati bahwa segala gerak gerik perbuatan, perkatan, semuanya adalah af’al Allah ( perbuatan Allah ) atau miliknya Allah, karena kita bersifat “ LA HAU LA WALA QUWWATA ILLA BILLAH “ Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan Allah. Inilah maqam IHSAN yang dikatakan Nabi saw : Sembahlahlah Allah seakan-akan kamu melihatnya, dan inilah cara ibadah yang paling tinggi nilainya. Oleh karena demikian Ulama TASAUF menyimpulkan pada hakikatnya dalam ibadah shalat itu : “ LA YA’BUDULLA-HA ILLALLAH “ Tidak ada yang menyembah Allah, hanya Allah. Seperti inilah bathin seseorang dalam menyembah Allah sehingga tidak ada sedikitpun perbuatan syirik di dalamnya

“ INILAH SEBENAR-BENARNYA TAUHID / KE ESAAN YANG MUTLAK